•  
  • DEVELOPMENT RESOURCE HUMAN OF INDONESIA
Senin, 07 November 2016 - 17:05:09 WIB
Membaca Peta Politik Pilkada DKI Pasca Demonstrasi 4 November 2016
Diposting oleh : Wawan Suhendi
Kategori: Politik - Dibaca: 524 kali

Unjuk rasa yang berlangsung pada 4 November yang lalu adalah unjuk kekuatan umat Islam yang jika dilihat dari aspek mobilisasi massa, sangatlah luar biasa. Tidak ada sumber resmi yang menyatakan berapa sebenarnya jumlah massa dalam unjuk rasa tersebut, namun bisa dipastikan merupakan unjuk rasa ‘damai’ terbesar sepanjang Republik ini berdiri. Ya, damai namun dengan catatan karena pada akhirnya terjadi kericuhan antara peserta unjuk rasa dengan aparat keamanan, namun setidaknya tidak memakan korban jiwa dan tidak terjadi kerusuhan susulan dalam skala besar.

Demonstrasi tersebut, faktanya tidak menghasilkan kesepakatan yang luar biasa. Perwakilan demonstran yang pada akhirnya bersedia ditemui Wapres Jusuf Kalla, menyepakati bahwa proses hukum terhadap Gubernur DKI non aktif Basuki Tjahaja Purnama akan dilakukan secara tegas, cepat dan transparan dalam kurun waktu dua minggu. Tuntutan yang banyak digaungkan seperti ‘tangkap Ahok’, ‘penjarakan Ahok’, atau ‘tersangkakan Ahok’ sama sekali tidak mendapatkan respon dari istana karena kata kunci yang kemudian mengemuka adalah proses hukum, sesuatu yang dengan tekanan publik dan media sebelumnya pun sudah memperoleh respon positif dan tengah ditindaklanjuti pihak kepolisian. Yang disepakati adalah prosesnya, sementara hasil akhir proses tersebut bukanlah menjadi bagian dari kesepakatan.

Sehari kemudian (5/11) Presiden Jokowi menginstruksikan Kapolri untuk melakukan hal yang sebenarnya tidak lazim; gelar perkara atas kasus Ahok secara terbuka, bahkan ditayangkan secara live. Hal ini diharapkan dapat mengeliminasi kecurigaan publik terkait tudingan bahwa Presiden Jokowi melindungi Ahok sehingga seakan kebal hukum. Melalui gelar perkara yang dapat diikuti secara transparan, bagaimana proses ekspos hingga sampai pada hasil apakah kasus tersebut dapat dilanjutkan ke tahap berikutnya atau tidak dapat diketahui oleh publik. “Kami harap, dengan gelar perkara terbuka publik bisa melihatnya secara jernih”, demikian Kapolri Tito Karnavian memberikan penjelasan sesaat setelah bertemu Presiden.

Mungkinkah Ahok Teriliminasi Dini dari Kontestasi…?

Sebelum lebih jauh membahas peta politik Pilkada Jakarta, kita perlu menjawab pertanyaan di atas terlebih dahulu. Memperhatikan peraturan terkait Pilkada, hampir tidak ada celah bagi Ahok untuk tereliminasi dini dari ajang Pilkada DKI. Mengutip Detiknews (5/11), Anggota Komisi Pemilihan Umum Ferry Kurnia Rizkyansyah mengatakan bahwa yang bisa membatalkan seorang pasangan calon di Pilkada itu antara lain: meninggal dunia dan terlibat kasus hukum yang berkekuatan hukum tetap. Kedua hal yang dinyatakan anggota KPU tersebut, tidak dipenuhi oleh Ahok saat ini, sementara peraturan lain yang menyangkut pengunduran diri calon, memiliki implikasi berat dan bisa berakhir di balik jeruji.

Pertanyaan di atas juga telah terjawab melalui pernyataan Ahok pada sebuah acara yang diselenggarakan simpatisannya di Menteng Sabtu yang lalu, “Saya jelas tidak bisa mundur dari pemilihan Gubernur. Saya lebih ikhlas ditangkap dan dipenjara kalau terbukti bersalah secara hukum,” demikian dinyatakan Ahok.

Dapat ditegaskan di sini, bahwa Pilkada DKI Jakarta akan tetap diikuti oleh tiga pasangan calon. Tidak terdapat satu pun alasan yang dapat membuat salah satu calon tereliminasi secara dini, termasuk Ahok, dari kontestasi yang akan diselenggarakan pada 15 Februari 2017 mendatang.

Implikasi Kasus Ahok Terhadap Rival

Saat tulisan ini dibuat, belum ada lembaga survei yang mengumumkan hasil penelitiannya terkait elektabilitas Cagub DKI pasca demonstrasi 4/11. Namun bisa diperkirakan bahwa elektabilitas Ahok mengalami penurunan sebagai dampak jangka pendek atas aksi unjuk rasa besar tersebut. Selain unjuk rasa, hal yang dapat menurunkan elektabilitas pasangan Ahok-Djarot adalah mulai munculnya resistensi dari massa yang beberapa kali terjadi pada saat Ahok berkampanye. Hal tersebut akan mengganggu efektivitas kampanye yang digelar oleh pasangan Ahok-Djarot, dan menjadi peluang bagi kedua rivalnya, Agus-Sylvi dan Anies-Sandi, untuk mampu berkampanye lebih efektif dalam situasi yang kondusif tanpa resistensi. Kasus yang melibatkan Ahok dan mendapatkan respon sangat besar dari publik ini, memberikan dampak negatif bagi elektabilitasnya dan menguntungkan kedua pesaingnya. Rival Ahok semestinya dapat memanfaatkan kesempatan ini melalui pendekatan yang lebih masif dan menarik khususnya di kalangan pemilih muslim yang mulai berpikir ulang terkait dukungannya kepada petahana.

 Gelar Perkara Live; Arena Pertaruhan Ahok

Penyidik akan melakukan gelar perkara dengan menghadirkan pelapor, terlapor, dan saksi ahli. Hal ini akan menghimpun informasi terkait pendalaman perkara untuk memantapkan penetapan unsur-unsur pasal yang dituduhkan  serta untuk mencapai efisiensi dan penuntasan dalam penanganan perkara. Gelar perkara tersebut juga akan menentukan, apakah kasus tersebut dapat dilanjutkan ke tahap penyidikan atau tidak.

Bagi Ahok, momentum ini merupakan arena pertaruhan yang sangat menentukan. Gelar perkara yang untuk pertama kalinya ditayangkan secara live ini, bisa menjadi panggung yang sangat efektif untuk merehabilitasi nama bagi Ahok, atau bisa terjadi sebaliknya, menjadi arena yang semakin menjatuhkan Ahok terutama dalam persepsi para pemilih muslim di DKI Jakarta. Disini pihak Ahok sebagai terlapor, memiliki ruang untuk mengulangi permohonan maaf kepada umat Islam yang terluka karena pernyataannya, sekaligus sebagai waktu yang tepat dalam memberikan argumentasi serta pembelaan dalam rangka memperjelas duduk permasalahan dari sudut pandang Ahok. ‘Panggung’ ini bisa menjadi kesempatan bagi terlapor untuk mengambil kembali hati simpatisannya yang ditengarai sudah mulai bergeser melirik pasangan calon lain di Pilkada DKI. Pun dengan para pelapor, memiliki kesempatan yang leluasa untuk menegaskan tuduhan beserta bukti dan argumentasinya di depan penyidik dan disaksikan publik. Bahkan, dalam konferensi pers setelah bertemu Presiden (5/11) Kapolri menyatakan akan melibatkan pihak Komisi III DPR RI untuk serta mengawasi proses hukum dimaksud. Semakin banyak pihak yang terlibat, diharapkan mampu mengawasi proses gelar perkara sehingga apapun hasilnya nanti, dapat diterima semua pihak.

Ahok adalah pemeran utama dalam gelar perkara ini. Meskipun dapat diwakilkan kepada pihak penasehat hukum, alangkah bijak apabila Ahok memprioritaskan untuk hadir dan mengikuti secara langsung setiap tahapan gelar perkara. Kampanye Pilgub-nya bagaimana…? Ketika perhatian publik tercurah pada kasus ini, maka tanpa perlu melakukan blusukan dan iklan berbiaya mahal di televisi, gelar perkara bisa menjadi arena kampanye paling efektif bagi Basuki Tjahaja Purnama. Hal ini baru akan disadari para rivalnya setelah gelar perkara selesai, ada potensi suara Ahok yang terus merosot mengalami rebound, tergantung bagaimana ia menjelaskan, berargumentasi, dan membangun citra selama ekspos perkara berlangsung.

Elektabilitas Ahok, Melejit atau Meluncur dan Hancur

Bila kita cermati secara umum, elektabilitas BTP terus mengalami penurunan, diduga tergerus gerakan masif yang menempatkannya sebagai penista kitab suci. Mereka yang anti BTP saat ini menemukan momentum dan isu yang sangat fokus, karena kasus yang selalu dikaitkan dengan sang petahana sebelumnya, kasus Sumber Waras misalnya, sudah tidak merupakan isu yang menarik untuk diangkat ke tengah publik.

 

Nah, hal yang menentukan elektabilitas BTP saat ini terletak pada proses serta hasil gelar perkara. Apabila selama proses tersebut BTP dapat kembali menarik simpati warga Jakarta dengan penjelasan yang bisa diterima, sikap yang menggugah sehingga warga yang terluka berkenan memaafkannya, serta argumentasi yang benderang sehingga penyidik tidak memiliki alasan untuk melanjutkan kasus ini pada tahap penyidikan, tidak mustahil akan membuat elektabilitas BTP kembali beranjak naik. Namun, apabila yang terjadi kemudian adalah justru pihak Pelapor yang mampu menyajikan argumentasi kuat kepada para penyidik terkait tuduhannya, dan menghasilkan rekomendasi kasus ini memasuki tahap berikutnya, maka elektabilis BTP yang mengalami decline akan terus meluncur dan hancur.

Menguji Kedewasaan Publik Atas Hasil Gelar Perkara

Pada konferensi pers tanggal 2 November 2016, mantan Presiden SBY menyatakan bahwa, “Pak Ahok bisa terbukti bersalah, sebaliknya pak Ahok bisa juga terbukti tidak bersalah”. Hal tersebut  menunjukkan bahwa kasus yang melibatkan Ahok ini, bagi SBY sendiri, memang masih membutuhkan penyelidikan, bukan merupakan hal atau kesalahan mutlak.

Ketua Setara Institut, Hendardi, juga memberi pernyataan bahwa ketundukkan penegak hukum pada tekanan massa untuk menggunakan pasal penodaan agama terhadap  Ahok, berpotensi membahayakan demokrasi dan rule of law di Indonesia. Terutama ketika penegak hukum memaksa mentersangkakan BTP sementara secara objektif tidak terdapat unsur pidana.

Dalam konteks ini, sejumlah pihak menghendaki penyidik yang menangani kasus Ahok dapat bertindak profesional dan objektif, sehingga apa pun yang dihasilkan gelar perkara merupakan sebuah produk atas proses yang fair dan terhindar dari beragam kepentingan dan tekanan.

Namun di pihak lain, misalnya sebagaimana pernyataan juru bicara FPI Munarman, ia mencurigai langkah Presiden Jokowi terkait gelar perkara terbuka merupakan bentuk perlindungan khusus bagi BTP. “Presiden mencoba untuk melindungi pelaku kejahatan, dengan melakukannya secara terbuka. Padahal itu sudah dikonstruksi, sehingga ujungnya ini dianggap bukanlah sebagai tindakan pidana,” demikian Munarman sebagaimana dikutip CNNIndonesia.com, Sabtu (5/11).

Mensikapi pelaksanaan gelar perkara, dan hasil gelar perkara, opini publik disinyalir akan tetap terbelah. Di satu sisi menghendaki proses yang profesional dan fair, di sisi lain akan tetap memaksakan kehendak bahwa Ahok harus bersalah. Publik kembali diuji, apakah cukup dewasa dalam  mencermati proses hukum yang segera berlangsung. Namun dari beragam pernyataan yang disampaikan oleh pengamat dan tokoh politik, gelar perkara yang fair dan profesional merupakan langkah paling bijak dan memenuhi asas keadilan bagi seluruh pihak. Sehingga, persepsi publik sesungguhnya akan ditentukan oleh bagaimana proses gelar perkara ini berlangsung. Profesional atau tidak. Untuk hasilnya sendiri, sebagian besar publik diyakini akan menerima apa pun hasil gelar perkara selama hal tersebut dilaksanakan secara transparan dan profesional, sementara bagi sebagian lainnya, akan tetap memaksanakan kehendak untuk memenjarakan Ahok tanpa melihat proses gelar perkara.

Pihak yang akan membangun opini untuk mendelegitimasi proses gelar perkara, dipastikan akan terus bergerak. Mereka memiliki kalkulasi bahwa kasus ini memang debatable, sehingga sebagaimana dijelaskan tulisan sebelumnya di Seword.com akan segera menjadi kenyataan. Artikel terkait: https://seword.com/politik/jika-hukum-ditegakkan-sampai-lebaran-gurita-ahok-tak-bisa-dipenjara/

Sebagai publik yang ‘dewasa’, masyarakat DKI diyakini akan lebih memilih opsi untuk mengawal dan mengawasi proses gelar perkara kasus Ahok ini sehingga dapat memberikan hasil yang objektif dan diterima banyak pihak.  “Nanti kalau sudah terbuka walaupun menyimpang dari dari KUHAP, nanti harus diterima keputusannya. Jangan sampai nanti ada pihak-pihak yang merasa benar. Nanti kalau disaksikan terbuka inilah gelar perkara demi transparansi, nah itulah harus tunduk pada konstitusi”, demikian pernyataan pengamat hukum pidana Asep Iwan Iriawan sebagaimana dikutip  Republika (6/11).

Beberapa hal yang dapat disimpulkan dari tulisan ini antara lain;

  • Pilkada DKI tetap diikuti oleh tiga pasangan calon Gubernur/ Wakil Gubernur.
  • Kasus yang melibatkan Basuki Tjahaja Purnama memiliki dampak negatif bagi elektabilitasnya, dan menguntungkan kedua pesaingnya. Suara pemilih Ahok dipastikan tergerus namun belum tentu beralih pada kedua rivalnya karena menunggu hasil gelar perkara.
  • Pasangan Agus-Sylvi dan Anies-Sandi memiliki peluang besar untuk memanfaatkan kasus yang melibatkan petahana, terutama dalam meraih suara pemilih muslim yang mulai berpikir ulang atas dukungannya terhadap petahana.
  • Gelar perkara yang ditayangkan secara langsung merupakan kesempatan bagi BTP untuk mengklarifikasi kasusnya, bahkan dapat menjadi momentum untuk melakukan rebound atas elektabilitasnya, tergantung bagaimana ia bersikap dan menyampaikan klarifikasi selama gelar perkara berlangsung.
  • Mayoritas masyarakat Jakarta akan memilih jalur konstitusi untuk menyelesaikan kasus Ahok. Gelar perkara yang dilaksanakan terbuka dan dikawal oleh pihak yang dapat dipertimbangkan mewakili publik akan meyakinkan masyarakat untuk dapat menerima hasil gelar perkara dimaksud.
  • Gelar perkara akan mampu meredam kekecewaan dan kemarahan publik, selama dilakukan secara transparan dan objektif. Mayoritas akan menerima hasil gelar perkara meskipun tidak akan memuaskan seluruh harapan publik.
  • Pihak yang hendak menjatuhkan Ahok akan terus bergerak tanpa mengacu kepada proses gelar perkara. Bagi kelompok ini, yang terpenting adalah pihak penegak hukum mengabulkan tuntutannya, yaitu Ahok ditangkap, diadili, dinyatakan bersalah dan dipenjara.


73 Komentar :

narako
20 November 2016 - 05:06:46 WIB


As the public 'mature', people believed the city would prefer the option to oversee and supervise the process of his case
<a href="http://www.bursatogel.com/">togel sgp</a><br />
sasa
18 Desember 2016 - 17:15:10 WIB

Greetings All, Coming Promo y, bigung find the city toggle reliable and secure. Let us join together in
BONUS STOCK
RCMS
BONUS
Refferal 1%

DISCOUNT
4D: 66%
3D: 59%
2D: 29%

BONUS BALL
CashBack 5% - 10%
LOSE AT LEAST 1 JT - 10 JT = 5%
LOSE AT LEAST 10 JT - 30 JT = 7.5%
LOSE AT LEAST 30 JT and above = 10%

CASINO BONUS
ROLLINGAN 0.7% BONUS AND AUTOMATIC ENTRY INTO ID
pin bb: d620fc96
<a href="http://www.bursatogel.com/">togel sgp</a><br />
prestamos rapidos urgentes
19 Maret 2017 - 00:24:45 WIB

Las cantidades que ofrece Comunitae en sus préstamos urgentes sin aval van desde los 600€ hasta los 6.000€ con lo
que además en el plazo de 10 minutos podríamos tener
concedido el dinero prestado.

prestamos rapidos urgentes
https://www.nationalgasco.net/ActivityFeed/MyP rofile/tabid/61/UserId/67518/Default.aspx
http://meire nzone.com.cn/comment/html/index.php?page=1&id=38129

http://www.ourground.com:80/dicuz/home.php?mod=space&am p;uid=388999&do=profile&from=space
http://www. hei-tecnalia.com/UserProfile/tabid/61/userId/451772/Defau lt.aspx
creditos rapidos sin nomina
19 Maret 2017 - 06:58:35 WIB

Prestamoportucoche nos ofrece préstamos rápidos empeñando
nuestro coche y obteniendo por él la máxima cantidad de dinero posible.


creditos rapidos sin nomina
http://www.yingdew.com/home.php?mod=space&ui d=136483&do=profile
http://top.fr-agario.com/index .php?a=stats&u=lukehalstead160
http://www.justukul eles.co.uk/UserProfile/tabid/61/userId/407575/Default.asp x
http://house.aomenmacau.com/home.php?mod=space&u id=818199&do=profile
creditos rapidos online sin aval
19 Maret 2017 - 13:38:54 WIB

creditos rapidos online sin aval
http://bbs.tooodoo.com/home.php?mod=space&uid= 908101&do=profile&from=space
http://119.167.21 8.104/home.php?mod=space&uid=619816&do=profile
nhttp://www.lensvq.com/node/4393959
http://quantiwang. com/home.php?mod=space&uid=72058&do=profile&f rom=space
credito
19 Maret 2017 - 15:55:35 WIB

Una vez aprobada su solicitud, recibirá el dinero rápido en su cuenta en sólo 24 horas, sin cambiar de banco, sin comisiones y sin preguntas.


credito
http://zlt.sseuu.com/home .php?mod=space&uid=889875&do=profile
http://my jc123.com/home.php?mod=space&uid=129055&do=profil e&from=space
http://www.mainelysites.com/UserProfi le/tabid/61/userId/350924/Default.aspx
http://myjc123. com/home.php?mod=space&uid=126376&do=profile& from=space
creditos rapidos y sin papeleos
20 Maret 2017 - 06:00:11 WIB

creditos rapidos y sin papeleos
http://www.lovefashionnew.org/home.php?mod=spa ce&uid=512562&do=profile
http://fang-sheng.net /forum/home.php?mod=space&uid=285173&do=profile

http://resco-sa.cl/aardvark/index.php?a=stats&u=viv ienshockley3
http://bbs.37.com.cn/home.php?mod=space&a mp;uid=2690856&do=profile&from=space
prestamos con asnef
20 Maret 2017 - 08:18:56 WIB

Así que si queremos conseguir un crédito on-line al instante, hay que escoger
a una entidad que trabaje con nuestro banco.

prestamos con asnef
http://www.danzartcatania.it/UserProfile/tabid/37 7/userId/421654/Default.aspx
https://www.24sidelineth. com/home.php?mod=space&uid=899355&do=profile& from=space
http://okhair.cc/home.php?mod=space&uid =954650&do=profile
http://www.mainelysites.com/Use rProfile/tabid/61/userId/347598/Default.aspx
creditos rapidos y faciles
20 Maret 2017 - 09:53:15 WIB

Es algo a tener muy en cuenta antes de pedir uno de estos minicréditos para
estar seguros de que podremos devolver el dinero en el plazo correspondiente a fin de evitar males mayores, los intereses de demora suelen ser elevados.



creditos rapidos y faciles
http://zlt.sseuu.com/home.php?mod=space&uid =888626&do=profile
http://zhongguoxihua.com/bbs/ho me.php?mod=space&uid=389143&do=profile&from=s pace
http://51txcai.cc/bbs/home.php?mod=space&uid= 740697&do=profile
http://dienlanhthanhhanh.com/Use rProfile/tabid/134/userId/157509/Default.aspx
dinero urgente
20 Maret 2017 - 10:03:49 WIB

dinero urgente
http://fang-sheng.net/forum/home.php?mod=space& amp;uid=298907&do=profile
http://dllstore.net/User Profile/tabid/57/userId/174172/Default.aspx
http://www .jinlianka.com/jl/home.php?mod=space&uid=6551009& do=profile
http://www.lxw6.com/bbs/home.php?mod=space& amp;uid=1766379&do=profile
<< First | < Prev | 1 | 2 | 3 | ... | 8 | Next > | Last >>

Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)