•  
  • DEVELOPMENT RESOURCE HUMAN OF INDONESIA
Kamis, 29 September 2016 - 11:05:46 WIB
SUARA HATI GURU UNTUK SANG PENGUASA; DEMI SISTEM PENDIDIKAN YANG BERKEADILAN SOSIAL
Diposting oleh : Wawan Suhendi
Kategori: Pendidikan - Dibaca: 10695 kali

SUARA HATI GURU UNTUK SANG PENGUASA :

Sudah sepantasnya PENDIDIKAN amat sangat harus lebih diperhatikan dan transparansi dari pihak Pemerintah (penguasa), sesuai dengan Norma Peraturan perundang-undangan yang berlaku dan dijiwai dengan rasa “BERKEADILAN SOSIAL BAGI SELURUH RAKYAT INDONESIA”; dengan kata lain “Berkeadilan Sosial Bagi Seluruh Jenjang Pendidikan Indonesia”. Jangan membuat peraturan dengan kata belece pihak ketiga; yang hanya akan menghambat Pendidikan saja. Dimensi anggaran 20 % APBN sudah layaknya disalurkan dengan tepat sasaran dan berdaya guna demi menunjang proses pendidikan. Sehingga Pemerntah harus lebih waspada dan jeli terhadap stitment para pihak yang hanya akan menghambur-hamburkan anggaran pendidikan saja; dengan kata/dalih lain “Untuk Meningatkan Kualitas Gurulah, Meningkatkan inilah...., itulah...” yang pada akhirnya anggaran 20 % berceceran tanpa terpokuskan pada seistem yang benar, tetap hasilnya itu juga itu juga!

Lalu bagaimana sikap Pemerintah saat ini yang harus dilakukan??? Dengan Kata Hati Sang Guru yang Malang ini :

  1. Sistem Pendidikan Sekarang jangan dicampur adukan dengan gaya Sistem Pendidikan Orde Baru; dimana sebuah komunitas guru hanya dijadikan sebagai alat pencapai kekuasaan semata, bahkan berani menakut-nakuti guru yang tidak pro akan dipecat, sertifikasinya tidak akan cair, BOSnya diperlambat dsb; itu semua hanya akan mencidrai dan merugikan sistem itu sendiri.. Perilaku KKN semakin marak disetiap lini dan jenjang pendidikan, bahkan Angaran pendidikan 20 % pun hampir nyaris tak terdengar di publik. Maka berikanlah Tunjangan Guru pada setiap bulannya, keluarkan BOS pada setiap bulannya, karena kebutuhan pendidikan di sekolah tidak diukur tiga bulan atau empat bulannya; setiap saat, setiap minggu, setiap bulan biaya operasional sekolah selalu terengah-engah yang hanya bisa mengandalkan dana talang, mendingan kalau ada “dana tolong”. Ini adalah salah satu prinsisp atau sikap sang Penguasa yang egois untuk selalau menahan atau menimbun anggaran dengan dalih OTONOMI DAERAH, padahal itu dalih yang menyesatkan rakyat. Apakah itu tujuan Pendidikan Nasional?
  2. Program AKREDITASI Sekolah, segeralah diratifikasi, syukur dihilangkan....karena itu juga salah satu pengahambur anggaran saja, hasilnya tetap itu juga itu juga, jangan sampai sekolah yang kewalahan, babak belur dan banting tulang untuk menyediakan sesajen buat mereka; dan NILAI-pun diukur dengan Amplop tebal bagi mereka, bukankan itu tujuan Pendidikan Nasional? Oke, kalau saja akreditasi sekolah tetap berjalan, saya sarankan hanya berlaku bagi sekolah-sekolah/perguruan tinggi baru yang sudah 3 atau 4 tahun berdiri (cukup satu kali seumur berdiri). Ko, yang jadi Presiden, yang jadi Menteri atau pejabatpun tidak ditanyakan latar belakang sekolah berakreditasi apa! Lulusan Paket B saja bisa melanjutkan ke sekolah umum, ko! Lulusan paket C saja bisa kuliah, ko!
  3. Jangan terlalu dikabulkan dari daerah kalau ada pembangunan sekolah Negeri Baru; tanpa memeperhitungkan atau melihat jangkauan jarak sekolah, sementara sekolah-sekolah yang sudah adapun terlantarkan atau belum sepenuhnya tercukupi, itupun hanya akan menambah penghamburan anggaran saja. Coba kalau pemerintah (penguasa) berlaku keadilan sosial, sudahkan semua sekolah yang ada saat ini tercukupi dengan buku sumber bagi pegangan peserta didik misalkan, Ataukah prasana lain yang sangat dibutuhkan segera oleh sekolah terlayani dengan benar? Kemanakan anggaran 20 % itu??, itukan tujuan Pendidikan Nasional?
  4. Mutu Pendidikan, Kualitas Guru dan Dosen”, jangan selalu dijadikan SIMBOL saja, buktikan pada dunia nyata Pendidikan Nasional kita saat ini, jangan cuma hanya dijadikan alat untuk membuat program yang engga-engga, sehingga akibatnya akan menguras lagi anggaran Pendidikan. Karena sampai saat ini; masyarakat tidak tahu akreditasi, tidak tahu sertifikasi, tidak tahu UKG/darringlah, dsb; yang mereka tahu bagaimana anak-anaknya mampu beradaptasi dengan pendidikan, mereka hanya ingin anak-anaknya menjadi generasi penerus yang sholeh dan tidak salah lagi untuk mengikuti jejak nenek moyangnya yang selalu membuat salah. Maka “Mutu Pendidikan, Kualitas Guru dan Dosen” itu ada di sekolah, bukan di luar sekolah, tapi dalam dan sedang proses belajar, untuk itu perhatikan kebutuhan sekolah, kebutuhan guru untuk menuntaskan mutu itu, jangan membuat ribet terhadap guru yang hanya akan mengahambat terhentinya proses belajar. Adapun “Mutu Pendidikan, Kualitas Guru dan Dosen” itu perlu diayomi pemerintah, lakukan disetiap sekolah masing-masing disaat semesteran libur, jangan mengganggu waktu kegiatan belajar,...biar masyarakat tahu kalau ada kegiatan secara serentak di sekolah.
  5. Pemerintah jangan diskriminasi terhadap sekolah-sekolah swasta yang sudah puluhan tahun berdiri, dengan tidak menempatkannya pegawai Negeri di sekolah yang puluhan tahun berdiri itu.Kenapa saya berbicara seperti itu? Jika seandainya sekolah swasta yang sudah puluhan tahun berdiri, dan ada misalkan guru honorer yang ikut Tes Pegawai Negeri, lalu Pemerintah angkat dan dilempar ke sekolah lain, sehingga sekolah swasta itu harus merekrut kembali calon tenaga pengajar. Jadi kapan sekolah itu akan bermutu? Kapan sekolah swasta itu punya guru senior? Semestinya guru yang diangkat itu ditempatkan di sekolah dimana ia berangkat, dan setidaknya akan mengurangi beban sekolah swasta dari segi bayar untuk honor. Maka saran saya, hapuslah atau verifikasi kembali UU No. 20 tahun 2003 itu, dengan “Sistem Pendidikan Nasional yang Berkeadilan Sosial”. Karena tujuan Pendidikan Nasional itu sendiri adalah untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab, itu semua tidak dilatarbelakangi sekolah negeri maupun swasta. Kan, adil???? Dan tentunya itu harus juga dilihat dari segi lama berdirinya; minimal 10 atau 15 tahun, segi rombelnya, fasilitasnya, dll.
  6. Implentasikan  UU no 14 tahun 2005, pasal 24 ayat 3; “Pemerintah kabupaten/kota wajib memenuhi kebutuhan guru, baik dalam jumlah, kualifikasi akademik, maupun dalam kompetensi secara merata untuk menjamin keberlangsungan pendidikan dasar dan pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal sesuai dengan kewenangan”. Kemudian Pasal 25 ayat 1 “Pengangkatan dan penempatan guru dilakukan secaraobjektif dan transparan sesuai denganperaturan perundangundanga”. Dua pasal dan ayat tersebut sangat tidak menyentuh bagi calon Pegawai Negeri, sehingga mereka sangat termarjinalkan dari sebuah sistem yang semestinya dihormati, dilaksanakan di tranparansikan kepada masyarakat; agar mereka percaya atas adanya sistem yang baik dan pemerintah yang bijak. Karena yang kita rasakan saat ini; sadar atau tidak sadar, bahwa sitem kita masih jauh dari peradaban dan nilai-nilau luhur bangsa. Idiologi negara hanya berupa simbol Kebenaran dan kekuasaan. Terimakasih atas segala perhatiannya.** Dan apabila ada yang SETUJU dengan PERNYATAAN saya ini, like di http://www.facebook.com/wawan.suhendi.984/posts/1286308294745056 .****


1456 Komentar :

copmymusic.com
11 Februari 2017 - 14:04:27 WIB

Appreciating the time and energy youu put imto your blokg and in depth information you offer.
It's awesome to come across a blog everyy onnce in a while that isn't the same outdated rehased
information. Wonderful read! I've saved your site and
I'm adding yiur RSS feeds tto my Google account.
copmymusic.com
11 Februari 2017 - 14:31:35 WIB

I wish to point out my ffection for your generosity
supporting persons that really want help on this concern. Yourr very own commitment to
passing the message around was astonishingly helpful and
has without exception helped associates like me to attain their dreams.
Your entire important hints and tips indicates a whole lot a person like me and further more to my mates.
With thanks; from everyone of us.
Evelyne
12 Februari 2017 - 08:11:28 WIB

Definitely believe thgat that you said. Your favourite justification seemed to be at the web the easiest factor to
keep in mimd of. I say to you, I definitely get
irked whilst other folks consider concerns that they just do not know about.
You controlled to hitt the nail upon the top as well as defined out
the whole thing with no need side effect , people could takee a signal.
Will probably be back to get more. Thanks!
delreyoaks.mrdrain.com
12 Februari 2017 - 23:10:17 WIB

Way cool! Some very valid points! I appreciate you writing this article and the rest of the website is very good.
arcadia.mrdrain.com
12 Februari 2017 - 23:35:37 WIB

What's up i am kavin, its my first occasion to commenting anyplace, when i read this article
i thought i could also make comment due to this brilliant post.
hip hop music
13 Februari 2017 - 01:22:23 WIB

I truly enjoy studying on this site, it has wonderful content.
copmymusic.com
13 Februari 2017 - 03:12:23 WIB

Somee genuinely excellent info, Gladiolus I found this.
fairfax.mrdrain.com
13 Februari 2017 - 11:06:36 WIB

Hi there, just wanted to tell you, I liked this
article. It was helpful. Keep on posting!
crockett.mrdrain.com
13 Februari 2017 - 14:20:48 WIB

Normally I don't read post on blogs, however I wish
to say that this write-up very pressured me to take a look at
and do it! Your writing taste has been amazed me.
Thank you, very nice post.
free mixtape downloads,rap mixtapes,street mixtapes,hip hop music, new mixtapes
14 Februari 2017 - 00:58:32 WIB

Hi! I've been reading your website ffor a long time now and finally got
the bravery to go ahead and give you a shout out from Humble Texas!

Just wanted to ssay keep up the excellent work!
<< First | < Prev | 1 | 2 | 3 | ... | 146 | Next > | Last >>

Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)